Pasca operasi tentu timbul beberapa keluhan yang sering terjadi dan membuat badan terasa kurang nyaman. Apalagi luka jahitannya yang tiba-tiba dilanda iritasi maupun rasa gatal.  Misalnya luka jahitan setelah melangsungkan operasi caesar. Biasanya pasien akan mengalami gatal-gatal di area sekitar jahitan.

Berikut ini merupakan berbagai tips untuk meredakan luka yang ditimbulkan setelah operasi. Sementara penderita penyakit diabetes  dapat kunjungi situs https://www.guesehat.com/tips-untuk-kamu-yang-merawat-pasien-diabetes. Adapun rasa gatal timbul karena pemotongan beberapa jaringan syaraf dan timbul setelah jaringan bersatu kembali.

5 Tips Meredakan Luka Bekas Operasi yang Gatal

1.Jangan Menggosok Pada Area Luka

Gatal-gatal setelah operasi maupun luka jahitannya telah terlepas adalah hal wajar. Anda tidak perlu panik, rasa gatal ini adalah pertanda bekas operasi sedang dalam tahap pemulihan. Tidak perlu menggosok atau menggaruk area sekitar luka pasca operasi. Cara terbaik menghadapinya dengan mengelus bagian gatal secara perlahan menggunakan handuk kering yang lembut

2.Menggunakan Sabun Mild

Sabun untuk meredakan gatal-gatal di sekitas area bekas operasi juga tidak boleh sembarangan. Anda harus menggunakan sabun yang kaya akan kandungan mild ketika membersihkan tubuh. Minimal setiap hari sepanjang masa pemulihan. Kelembutan dari kandungan mild dapat meningkatkan kelembapan kulit, sehingga rasa gatal dapat berkurang.

3.Melakukan Olahraga Ringan

Jangan lupa meskipun gatal-gatal tetapi anda dapat mengalihkannya dengan melakukan olahraga ringan. Olahraga paling recommended, ringan, dan tidak berbahaya adalah senam maupun latihan relaksasi. Tetapi janga dilakukan setiap hari, takutnya tidak baik bagi luka jahitan tersebut dapat terbuka kembali.

4.Disebabkan Infeksi

Setelah menjalani operasi jika tidak dirawat dengan baik dapat menimbulkan infeksi kulit. Umumnya infeksi seperti ini terjadi dalam jangka waktu 30 hari pasca operasi. Infeksi pada spot beka operasi bedah diantaranya insisional superfisial SSI, terjadi pada area kulit bekat sayatan pembedahan.

Selanjutnya, infeksi deep incisional SSI,  terjadi pada bawah area dari insisi otot dan jaringan sekitaran otot. Terakhir adalah organ or space SSI, infeksi terjadi di area mana saja pada tubuh selain otot, kulit,  dan jaringan sekitar bekas operasi. Termasuk pula organ tubuh dan ruang antara organ